Desas Desus Nico dalam Pusaran Kaisar Sambo, Badko HMI Jatim: Tiru Kapolda Sumut, Gagah Klarifikasi

Desas Desus Nico dalam Pusaran Kaisar Sambo, Badko HMI Jatim: Tiru Kapolda Sumut, Gagah Klarifikasi

Central Nasional, Surabaya – Kotak pandora kematian Brigadir Nofriansyah Yosua perlahan mulai terkuak. Lima tersangka telah ditetapkan menjadi pelaku pembunuhan berencana. Dalang di balik kasus tersebut yakni Ferdy Sambo, Mantan Kadiv Propam Polri.

Motif dibalik tindakan itu menjadi tanda tanya publik. Hanya saja Polri masih enggan mengungkapkan motif Inspektur Jenderal Ferdy Sambo membunuh Brigadir Nofriansah Yosua Hutabarat. Polri menyatakan motif itu mungkin baru terbuka pada saat persidangan.

“Insya Allah nanti akan disampaikan di persidangan,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis, (11/08/2022) seperti dilansir Tempo.co.

Kondisi itu membuat desas-desus beredar liar. Di tengah kebingunan itu, publik dikagetkan oleh beredarnya file Portable Document Format (PDF) berjudul ‘Kaisar Sambo dan Konsorsium 303’. Dalam salinan file itu nama dan foto Ferdy Sambo terpampang di pucuk bagan polisi.

Dokumen enam halaman itu membeberkan peta jaringan keterlibatan aparat kepolisian dalam bisnis illegal judi online. Seluruh aliran dana perjudian itu, diduga bermuara kepada Ferdy Sambo. Petinggi-petinggi di Kepolisian Daerah (Polda) pun terseret.

Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Nico Afinta, salah satunya. Ia diduga mendapat jatah dari seseorang yang bernama Tom Liwafa alias Arizal Lowafa. Ia merupakan salah satu Crazy Rich Surabaya.

Yusfan Firdaus, Sekretaris Umum Badko HMI Jatim kembali bersuara terkait isu kasus konsorsium 303 yang menyeret banyak nama pejabat Polri. Ia menegaskan bahwa sangat menunggu klarifikasi Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta untuk disampaikan kepada publik khususnya masyarakat Jawa Timur.

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Surabaya itu mencontohkan sikap elegan dari Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Sumatera Utara, Irjen Panca Putra Simanjuntak.

Ia juga tercantum dalam bagan bisnis illegal judi online itu. Namun, orang nomor satu di Polda Sumut tersebut justru dengan gagah telah menjawab dan memberikan pernyataan kepada awak media pada Senin (22/08/2022).

“Saya selalu pesan ke teman-teman jangan ragu untuk terus berbuat baik dengan integritasmu. Itu pesan saya, masyarakat akan merasakan,” tegasnya.

“Saya salut dengan Kapolda Sumut yang berani bersuara terkait namanya yang diseret dalam isu kasus Konsorsium 303,” kata Yusfan. Ia berharap sikap serupa juga dilakukan oleh Kapolda Jawa Timur.

“Sekarang saya khususnya sangat menunggu klarifikasi yang harus disampaikan oleh Bapak Kapolda Jatim, demi menjawab isu yang beredar dikalangan masyarakat khususnya menjawab keresahan masyarakat Jawa Timur,” imbuh Yusfan tegas.

Ketiadaan respon dari Kapolda Jawa Timur itu, Yusfan mengkhawatirkan, justru akan semakin memperparah spekulasi yang tak diharapkan di publik. “Sekarang saya bertanya-tanya kenapa Kapolda Jatim belum menanggapi isu yang beredar,” ujar Yusfan.

Kondisi itu bagi Yusfan khawatir mengancam keamanan dan ketertiban di Jawa Timur. Itu sebabnya, demi mengharapkan perlindungan dari Tuhan untuk kondusifitas, keamanan, dan ketentraman Jawa Timur, Yusfan mengundang secara terbuka Kapolda Jatim untuk doa bersama.

“Sekarang saya sangat ingin mengundang secara khusus dan terbuka kepada Kapolda Jatim Bapak Irjen Nico Afinta yang terhormat, untuk Gala Dinner & Berdo’a, bermunajat kepada Tuhan Semesta Alam bersama kami Kader HMI Se Jawa Timur. Tujuan untuk meminta perlindungan serta berharap Jawa Timur tetap aman, tentram dan kondusif,” tegasnya.

Editor : Moh. Saleh

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan